G

G

Jumat, 17 Januari 2014

PERENCANAAN BISNIS / BUSSINES PLAN

BUSSINES PLAN

BISNIS WARALABA "FRIED CHICKEN"

1.Lingkup Masalah
                 Bisnis waralaba atau istilah kerennya Franchise tampaknya mulai naik daun, karena bukan hanya di kota-kota besar saja bisnis ini menjamur, tetapi mulai banyak dikenal oleh para pengusaha di daerah pinggiran kota bahkan pedesaan. Secara sederhana Waralaba berasal dari kata “wara” artinya lebih, dan “laba” berarti untung. Jadi jika disingkat maknanya adalah untung lebih. Namun pengertian usaha waralaba menurut pemerintah seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/2006 yaitu : “Waralaba (Franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba”. Sementara menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah: suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. 
              Banyak masyarakat khalayak umum yang ingin menciptakan aset untuk diri mereka dan memetik hasilnya dikemudian hari. Salah satu cara mereka adalah dengan membuka bisnis-bisnis kecil-kecilan ataupun dengan skala besar. Namun tidak semua orang dapat menciptakan peluang usaha dengan faktor risk/resiko yang rendah, sehingga mereka bingung harus membuka bisnis/usaha apa ? 
              Saya selalu sangat tertarik dengan bisnis waralaba karena menurut penulusuran saya bisnis ini akan memberikan keuntungan yang sangat besar akan tetapi harus dirintis dengan kerja keras dan suatu saat nanti akan menjadi bisnis waralaba yang sangat besar.


       Dalam bisnis waralaba (franchise) ada beberapa istilah, yaitu: Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan. Disini saya bertindak sebagai "Franchisor" yaitu pemilik dari sebuat BRAND ayam goreng cepat saji atau yang biasa disebut FRIED CHICKEN.


           Disini saya memilih waralaba "fried chicken" karena menurut saya bisnis ini sedang banyak diminati tentunya dengan modal tak sebesar minimarket ataupun restoran restoran yang ada di pusat perbelanjaan. fried chicken sekarang ini banyak diminati oleh  konsumen dan tentunya sangat menarik mitra-mitra bisnis yang akan bergabung dengan waralaba yang saya bentuk.


      
2.Tinjauan Pustaka

     Saat ini, bisnis waralaba adalah bisnis yang paling banyak diminati para karyawan yang ingin terjun kedunia bisnis karena sangat mudah dan karyawan tersebut tetap dapat bekerja.


    Yang membuat saya sangat yakin akan memulai bisnis waralaba ini saya telah mewawancarai salah satu Franchisor yang merupakan  kakak dari teman saya yang mempunyai bisnis salah satu Brand ayam goreng cepat saji yang telah mempunyai lebih dari 50 Franchisee. Modal awal yang dikeluarkan  sekitar 15jutaan yaitu berupa 2 cabang yang goreng yang berletak dilokasi perumahan yang strategis dan dari situlah mulai dibuka info kemitraan dengan perseorangan atau investor yang ingin bergabung membuka cabang lain dari Brand Fried chicken tersebut. dengan kerja keras berupa promosi dan mengajak teman-teman untuk bergabung dengan Brand Fried Chicken tersebut maka keuntungan yang didapat meningkat berkali-kali lipat sehingga akan terbentuk cabang yang ada dimana-mana. mulai dari jabodetabek lalu akan meluas ke daerah-daerah lain.


3.Kesimpulan dan Analisis Bisnis

Dari keterangan Diatas dapat diketahui bahwa bisnis waralaba adalah bisnis yang sangat menjanjikan atau dapat dikatakan memanam pohon uang yang nantinya akan besar dan bercabang-cabang dan menjadi bisnis besar yang dari awalnya kecil. Usaha dan  kerja keras yaitu dengan mengenalkan Brand kepada sahabat,teman dan tentunya masyarakat luas dan juga mempromosikan brand di berbagai media  yang nantinya akan   meningkatkan mitra bisnis yanf dimiliki sehingga waralaba yang diimiliki semakin maju dan mempunyaikeuntungan yang sangat besar.

ANALISIS DAN BIAYA BISNIS 

     Biaya meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelktual.

Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.
Mengapa waralaba yang menjadi trend bisnis saat ini, khususnya bagi pengusaha muda? Karena melalui bisnis waralaba banyak pengusaha muda akan mendapatkan : 1) transfer manajemen, 2) kepastian pasar, 3) promosi, 4) pasokan bahan baku, 5) pengawasan mutu, 6) pengenalan dan pengetahuan tentang lokasi bisnis, 7) pengembangan kemampuan sumberdaya manusia , dan yang paling terpenting adalah resiko dalam bisnis waralaba sangat kecil. Namun, bisnis ini juga memiliki berbagai kendala dalam perjalanannya.
berikut analisis bisnis yang akan saya buat:
pertama saya membutuhkan modal sekitar 15 jutaan  untuk memulai usaha ini. Saya membuka 2 cabang sekaligus di 2 tempat berbeda yang strategis dan ramai biasanya didepan jalan raya yang merupakan pintu masuk sebuah perumahan. berikut rincian modal yang akan saya gunakan: 
Etalase/Digital printing/Lampu-lampu      Rp.  4.300.000,-     

- Etalase 160 x 80 cm- Digital printing - Penerangan & lampu pemanas
- Meja olah
 

Kompor gas/ Regulator/ Tabung Rp.  1.000.00,-

- Kompor gas high pressure- Regulator high pressure & selang - Tabung gas melon isi 3 kg

Perlengkapan Counter Rp.  1.300.000,-

- Penggorengan Ø 26 cm- Tempat sampah 20 ltr - Samsi (sodet) stainless 555
- 2 Penjepit besar stailess
- Penyaring kawat stainless
- 2 Nampan plastic
- 2 Nampan alumunium/stainless
- Nampan Ø 24 stainless
- Baskom Ø 36 cm/40 cm stainless
- Baskom Ø 22cm stainless
- Baskom bolong Ø 22 cm
- Magic Com
- Cooler box 35 ltr
- Ember
- 3 Serbet
- Saringan minyak
- Ayakan tepung
- Terpal tutup counter
- Bangku plastic


Modal Bahan Hari Pertama Rp.     500.000,-

- 10 Ekor ayam bumbu- 3 Kg tepung bumbu - Kemasan
- Minyak goreng
- Sambel


semua dana diatas berjumlah Rp.7.100.00 dan karena saya akan membuka 2 cabang sekaligus maka  dana diatas dikalikan 2 yaitu 7.100.100 X 2 = 14.200.000. dari modal yang saya keluarkan maka masih menyisakan 800ribuan yang nantinya di gunakan bila ada pengeluarann yang tidak terduga.


No
Uraian
Jumlah
Harga satuan
Total
1
Penjualan per hari

- Dada
  20
 8.000
160.000

- Paha atas
  20
 8.000
160.000

- Paha bawah
  20
 6.000
120.000

- Sayap
  20
 6.000
120.000

- Nasi
  15
 3.000
45.000
Total penjualan harian
605.000
Total penjualan perbulan (total penjualan perhari x 30 hari)
18.150.000
2
Pengeluaran per hari

- Ayam
 10
 30.000
300.000

- Tepung 1300 gram
 3
 15.000
45.000

- Minyak goreng 1 ltr
 2
 11.000
22.000

- Beras/ltr
 2
   7.000
14.000

- Sambal/pcs
 54
      200
10.800

- Kemasan/plastic
 54
        80
4.320

- Gas 120 gram/ekor
 6
      360
2.160
Total pengeluran per hari
257.280
Total pengeluran per bulan (total pengeluran per hari x 30 hari)
11.948.400
3
Pengeluaran bulanan

- SDM (karyawan)
1 bln
    750.000
750.000

- Sewa lahan/tempat
1 bln
    350.000
350.000

- Listrik
1 bln
    50.000
50.000

- Lain-lain
1 bln
    50.000
50.000
Total pengeluran bulanan
1.200.000
Total pendapatan perbulan (total penjualan perbulan-total pengeluran perbulan-total pengeluaran bulanan)
5.001.600


  Dan tentunya laba diatas dikalikan 2 karena saya membuka 2 cabang maka laba bersi yang saya dapatkan selama 1 bulan sekitar 10jutaan
  
      Setelah bisnis saya berjalan selama kurang lebih 1 bulan maka saya akan mempromosikan Brand Fried chicken saya kepada teman-teman,sahabat dan masyarakat untuk bergabung. dengan memberikan laporan penjualan saya selama satu bulan diatas maka akan meyakinkan perseorangan atau investor duntuk bergabung dan nantinya akam memiliki banyak cabang di berbagai daerah. amiin


sumber :
-http://www.kerjausaha.com/2012/09/mengenal-usaha-waralaba-franchise.html
-muhammad firdaus selaku teman saya yang kakaknya mempunyai waralaba friedchicken yang memberikan   info diatas.
-ricky selaku franchisor waralaba ayam goreng cepat saji










  

Jumat, 10 Januari 2014

mengenal PT OT Tbk

 tentang PT OT Tbk

Pt OT tbk atau biasa disebut dengan PT orang tua tbk adalah perusahaan yang bergerak memproduksi Mulai dari pasta gigi dan sikat gigi hingga makanan dan minuman kesehatan, beragam produk OT telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan kini, banyak produk OT yang sudah dapat dinikmati oleh konsumen di berbagai negara.
  
PT. OT Tbk termasuk  perusahaan Perseroan Terbatas karena pengertian Perseroan terbatas yaitu  badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. 

Komitmen pada kualitas dan inovasi membuat PT. OT Tbk mampu berdiri tegak selama lebih dari setengah abad dan menjadi salah salah satu perusahaan consumer goods lokal yang siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan dunia yang sejenis. Beberapa merek dari produk perusahaan tersebut bahkan menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan meraih berbagai penghargaan atas kepuasan konsumen dan merek terbaik melalui lembaga surveyor yang diakui secara nasional maupun internasional.
Semua kemajuan yang telah dicapai itu tidak lepas dari nilai-nilai yang telah perusahaan yakini sejak awal serta terjalinnya hubungan kekeluargaan yang dekat dengan konsumen, karyawan, pemilik, dan pihak-pihak lain yang terkait.

Perjalanan  OT di Indonesia berawal pada tahun 1948 ketika penerimaan masyarakat terhadap minuman kesehatan tradisional semakin meluas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka sebuah pabrik dibangun di Semarang, lalu di Jakarta dua tahun kemudian. Sejalan dengan berkembangnya usaha dan kebutuhan masyarakat OT pun membangun berbagai fasilitas produksi serta unit usaha baru, dimulai dengan pasta gigi dan sikat gigi dengan merek FORMULA. Pada tahun 1985 PT OT tbk membentuk holding company dengan nama ADA, singkatan dari Attention, Direction and Action. Di bawah bendera ADA pengembangan usaha dan diversifikasi produk pun terus berlanjut. Peningkatan kapasitas produksi yang terus menerus berlangsung dan bertambahnya produk yang dihasilkan membutuhkan tim penjualan yang solid. Untuk menangani dan menguasai jalur distribusi dalam penyebaran produk-produk OT ini, Manajemen menunjuk P.T. Arta Boga Cemerlang sebagai distributor tunggal di Indonesia. Penetrasi produk-produk OT ke pasar tradisional maupun modern ditangani dan dikelola dengan baik oleh Arta Boga Cemerlang. Pada tahun 1995 ADA kembali berganti nama menjadi ORANG TUA. Merek ORANG TUA yang sarat nilai historis ternyata telah mengakar dalam masyarakat Indonesia, sehingga menjadi salah satu keunggulan dalam memposisikan dirinya di tengah masyarakat. Di lain sisi, kata ORANG TUA itu juga identik dengan minuman kesehatan tradisional yang sudah tertanam di benak konsumen. Oleh karena itu revitalisasi nama dan logo dirasa perlu dilakukan sejalan dengan strategi pengembangan bisnis OT yang memasuki bisnis consumer goods.


Tujuan dari perusahaan ini adalah melayani kebutuhan masyarakat dunia. OT  tidak hanya melayani konsumen Indonesia. Melalui International Sales Department, berbagai produk dan layanan OT yang bermutu tinggi kini dapat dinikmati oleh konsumen di seluruh dunia. Sistem pabrik OT yang tinggi standarisasinya kini telah menarik perhatian beberapa merek internasional terdepan, untuk melakukan proses produksinya dengan menggunakan fasilitas pabrik OT. OT juga terus menerus berusaha meningkatkan kepuasan konsumen, terbukti dengan peraihan ISO 22000 dan ICSA untuk beberapa produk unggulan.

Bagi karyawan, OT sendiri memiliki beberapa keunggulan dibandingan perusahaan lain di Indonesia. Selain memiliki visi yang jelas, perusahaan ini merupakan perusahaan multinasional yang telah memiliki berbagai penghargaan di berbagai produk yang dihasilkannya. Selain itu, OT memberikan training atau pelatihan bagi karyawannya sehingga softskill karyawan dapat terasah dengan baik. Standar gaji yang diberikan kepada karyawan dibawah naungan OT mengikuti Upah Minimun Regional (UMR). Namun gaji yang diberikan kepada karyawan dapat berbeda-beda tergantung dari level pendidikan dan jabatan karyawan tersebut di perusahaan.

sumber : http//www.ot.co.id/company